Selamat Datang Di Blog Teknik Elektronika Industri SMKN5 Banjarmasin ..... Media kolaborasi semua siswa Teknik Audio Video & Teknik Elektronika Industri... Upload hasil KARYA ASLI TERBAIK ANDA di sini ... Posting anda menjadi salah satu penilaian pendukung ... Posting berisi copy - paste blog lain akan DIHAPUS

Rabu, 26 Juni 2013

Hukum Ohm



Hukum Ohm
           Setelah saya memahami tentang kuat arus listrik (I) dan tegangan listrik (V) dalam benak saya timbul pertanyaan apa hubungan antara kedua tersebut ? Hubungan  antara V dan I pertama kali ditemukan oleh seorang guru fisika berasal dari jerman yang bernama George simon ohm, lebih dikenal sebagai hokum ohm.
          Hukum ohm menurut saya dapat didefinisikan entitas yang lain, yaitu hasil bagi antara  beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan listrik atu resistansi (R). Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Yang mengalir melalui suatu rangkain listrik.
Dalam radio dan televise yaitu mempunyai resistansi yang berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainya dapat berfungsi dengain baik.
           Untuk berbagi jenis kawat, panjang kawat, dan penampang terdapat hubungan sebagai berikut.

         Dalam kehidupan sehari-hari, tegangan listrik untuk perumahan dan perkontrakan adalah 220 volt.Oleh karena itu, alat-alat listrik yang terpasang dirumah kita harus mempunyai nilai tegangan tertentu. Misalnya sebuah lampu pijar bertuliskan 220-20 volt, artinya lampu tersebut dapat berpijar atau menyala normal pada tegangan minimum 220 volt da maksimum 230 volt.
      Apabila lampu dipasang pada tegangan kurang dari 220 volt, lampu menyala redup atau berkedap-kedip. Jika tegangan listrik di rumah naik secara mendadak melebihi 230 volt, kawat pijar dalam bola lampu akan putus dan dengan sendirinya lampu akan mati.
Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang diperturunkan bagi listrik itu.
        Sedangkan alat ukur besaran listrik yang saya ketahui ada 3 macam yaitu :

a.Multitester
         Mltimeter juga sering disebut AVO meter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM(volt/ohm meter)dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohmmeter), maupun arus (ampermeter).
b.Ampermeter
        Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan pararel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya untuk menaikan batas ukur ampermeter dan hasil pengukuran juga dapat terbaca pada skla yang ada pada ampermeter.Kita dapat menggunakan batas ukur 1 A pada skala tertulis angka dari angka 0 sampai dengan 10.
c.Voltmeter
      Volmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik atau beda potensial antara dua titk. Volmeter juga menggunakan galvanometer yang dihubungkan seri dengan resistor.Beda antara voltmeter dengan ampermeter sbb:
1.      Ampermeter merupakan galvanometer yang dirangkai dengan hambatan shunt secara seri,sedangkan voltmeter secara pararel
2.      Hambatan shunt yang dipasang pada ampermeter nilainya kecil,sedangkan pada voltmeter nialinya besar.
- Mengukur menggunakan voltmeter berbeda dengan menggunakan ampermeter. Jika menggunakan voltmeter, pemasangan dilakukan secara pararel pada kedu ujung yang akan dicari beda tegangannya.jika akan mengukur beda tegangan antara ujung-ujung lampu, kita cukup mengatur batas ukur pada alat dan langsung hubungkan dua kabel dari voltmeter ke ujung-ujung lampu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar